Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Fungsi, Komponen, dan Cara Kerja Wheel Loader

Konten [Tampil]
Wheel loader merupakan salah satu alat berat yang memiliki peranan penting. Fungsi wheel loader adalah untuk mengangkat dan memindahkan material dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Hal ini berguna untuk menciptakan produktifitas serta efisiensi kerja yang maksimal.

Wheel loader memiliki ban karet sehingga penggunaannya berbeda dengan alat berat yang tidak beroda karet. Wheel loader sangat cocok digunakan atau beroperasi di daerah yang keras, rata, tidak licin. Hal ini dikarenakan jenis ban yang digunakan memiliki traksi yang lebih rendah apabila beroperasi pada daerah dengan medan yang ekstrim. Namun wheel loader memiliki mobilitas yang lebih baik.

Wheel loader terdiri dari beberapa komponen. Komponen wheel loader ini terdiri dari cab, lift arm, bucket, front wheel, rear wheel, lift cylinder, dan berbagai komponen lainnya. Setiap komponen pada wheel loader memiliki fungsi serta peranan yang berbeda untuk menunjang fungsi dan kerja dari wheel loader.

Sementara itu cara kerja wheel loader juga sederhana. Wheel loader memiliki sistem hidrolik yang berfungsi untuk menggerakkan sistem pada wheel loader. Sistem hidrolik digunakan untuk menggerakkan bucket. Dalam proses pemuatan menggunakan wheel loader terdapat beberapa macam. Sementara untuk penggerak mesin menggunakan motor diesel.

Mengingat peranan wheel loader yang sangat penting, maka perlu dipelajari berbagai hal mengenai wheel loader. Apa fungsi wheel loader? Apa saja komponen wheel loader? Bagaimana cara kerja wheel loader? Semua hal tersebut akan dibahas pada artikel berikut ini.

Fungsi Wheel Loader

Fungsi wheel loader secara umum adalah untuk mengangkat dan memindahkan material dari satu tempat ke tempat lainnya. Namun selain itu terdapat berbagai fungsi wheel loader lain. Untuk lebih jelasnya berikut merupakan pembahasan mengenai fungsi wheel loader.

1. Menggusur Tanah Jarak Dekat

Fungsi wheel loader yang pertama yaitu untuk menggusur atau memindahkan tanah jarak dekat. Hal ini dikarenakan arm bucket pada wheel loader memang pendek sehingga tidak dapat menjangkau material yang jaraknya jauh.

2. Meratakan Gundukan atau Timbunan Tanah

Fungsi wheel loader yang kedua yaitu untuk meratakan gundukan atau timbunan tanah. Selain memindahkan material, wheel loader dapat digunakan untuk meratakan gundukan tanah. Caranya yaitu mendorong gundukan tanah dengan bucket sampai semua bagian merata.

3. Mengambil dan Mempersiapkan Material

Fungsi wheel loader yang ketiga yaitu untuk mengambil dan mempersiapkan material yang dibutuhkan suatu proyek. Walaupun kapasitas pengangkutan material tidak terlalu besar. Namun hal ini cukup berguna untuk meningkatkan produktivitas kerja.

4. Pembersihan Area Kerja (Land Clearing)

Fungsi wheel loader yang keempat yaitu untuk membersihkan area kerja atau land clearing. Wheel loader dapat digunakan untuk membersihkan semak-semak, kotoran, gundukan tanah, dan lain sebagainya pada area kerja. Dengan begitu area kerja benar-benar siap untuk pengerjaan suatu proyek.

5. Mengelupas Bagian Tanah Yang Jelek (Stripping)

Fungsi wheel loader yang kelima yaitu untuk mengelupas bagian tanah yang jelek atau stripping. Pada area kerja terkadang tanah bagian atas memiliki kualitas yang jelek, sehingga perlu dihilangkan agar campuran material yang akan digunakan lebih meresap sehingga kualitas proyek akan meningkat. Untuk menghilangkan bagian tanah yang jelek dapat menggunakan wheel loader yaitu dengan bagian ujung bucket yang tajam.

6. Menghaluskan Permukaan Tanah atau Objek Bidang Rata (Finishing)

Fungsi wheel loader yang keenam yaitu untuk menghaluskan permukaan tanah atau objek bidang rata (finishing). Permukaan yang sudah diratakan dengan alat berat lain terkadang masih perlu diratakan kembali. Nah untuk meratakan kembali dapat menggunakan wheel loader.  

Kelebihan dan Kekurangan Wheel Loader

Wheel loader sangat membantu pada berbagai proses pekerjaan yang ada pada proyek. Hal ini yang membuat wheel loader memiliki beberapa kelebihan. Namun dari berbagai kelebihan pasti terdapat juga kekurangan. Untuk lebih jelasnya berikut merupakan pembahasan mengenai kelebihan dan kekurangan wheel loader.

1. Kelebihan Wheel Loader

  • Mobilitas yang tinggi
  • Memiliki kemampuan manuver yang baik pada daerah pemuatan (loading point)
  • Wheel lebih jarang mengalami kerusakan karena dibuat dari bahan karet.

2. Kekurangan Wheel Loader 

  • Proses dumping kadang miring dan tidak merata (tergantung skill operator)
  • Karena menggunakan ban karet maka perlu penggantian secara berkala apabila kondisi ban karet sudah aus.

Komponen Wheel Loader

Pada wheel loader terdapat beberapa komponen penting. Setiap komponen wheel loader memiliki peranan dan tugas yang berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya berikut merupakan pembahasan mengenai komponen wheel loader.
komponen wheel loader

1. Bucket

Bucket merupakan salah satu komponen wheel loader yang memiliki fungsi sebagai keranjang untuk mengangkat atau memindah material.

2. Tilt Lever

Tilt Lever merupakan salah satu komponen wheel loader yang memiliki fungsi sebagai garpu pemegang bucket. Tilt lever merupakan bagian yang berhubungan dengan power cylinder pada sistem hidrolik alat berat.

3. Lift Cylinder

Lift cylinder merupakan salah satu komponen wheel loader yang berfungsi untuk meneruskan tenaga hidrolik menjadi gerakan maju mundur untuk memposisikan bucket ke depan dan belakang. Lift cylinder merupakan salah satu power cylinder pada wheel loader.

4. Lift Arm

Lift arm merupakan salah satu komponen wheel loader yang berfungsi untuk menggerakkan bucket naik dan turun. Lift arm membuat wheel loader mampu menggerakkan bucket pada tiga posisi yaitu posisi lower position, float position, dan raise position. 

5. Head Lamp

Head lamp merupakan salah satu komponen wheel loader yang berfungsi untuk membantu penerangan saat wheel loader bekerja pada kondisi gelap atau malam hari. Dengan adanya head lamp maka wheel loader dapat berfungsi siang dan malam.

6. Turn Signal Lamp

Turn signal lamp merupakan salah satu komponen wheel loader yang berfungsi untuk sebagai tanda isyarat kepada alat berat lain, kendaraan, pekerja, pada proyek tersebut saat wheel loader akan berpindah posisi atau berbelok. Hal ini berkaitan dengan keamanan dan keselamatan kerja.

7. Front Wheel

Front wheel merupakan salah satu komponen wheel loader yang berfungsi untuk mempermudah mobilisasi atau perpindahan dan pergerakan dari wheel loader. Front wheel terhubung dengan sistem pemindah tenaga untuk meneruskan putaran dari mesin ke permukaan jalan.

8. Rear Wheel

Rear wheel merupakan salah satu komponen wheel loader yang berfungsi untuk mempermudah mobilisasi atau perpindahan dan pergerakan dari wheel loader. Roda belakang atau rear wheel berhubungan langsung dengan mesin melalui sistem pemindah tenaga.

9. Engine

Engine merupakan salah satu komponen wheel loader yang memiliki fungsi sebagai tenaga penggerak dari wheel loader sehingga dapat berpindah posisi dengan mudah.

10. Kabin

Kabin merupakan salah satu komponen wheel loader yang memiliki fungsi sebagai tempat kontrol dan kemudi dari wheel loader. Selain itu kabin juga sebagai tempat duduk pengemudi.

Cara Kerja Wheel Loader

Cara kerja wheel loader sebenarnya sangat sederhana. Wheel loader bekerja sama seperti alat berat lainnya. Wheel loader menggunakan penggerak mesin serta sistem hidrolik untuk menggerakkan bucket. Hal ini dikarenakan sistem hidrolik memiliki tenaga yang besar. Dengan begitu maka wheel loader dapat memindahkan material yang cukup besar.

Untuk melakukan berbagai proses tersebut maka wheel loader dilengkapi dengan arm yang rigid dan kuat. Hal ini bertujuan agar mampu menahan bucket dan beban yang dibawanya. Selain itu ukuran bucket juga berbeda-beda tergantung ukuran dari wheel loader. Ukuran bucket mulai dari 1/4 cuyd - 25 cuyd. Namun kebanyakan menggunakan bucket berukuran 5 cuyd.

Ukuran bucket disesuaikan dengan banyaknya muatan. Banyaknya muatan ditentukan oleh berat dari tracktor. Berat tractor lebih besar 40-60% dari beban muatan yang dapat menyebabkan wheel loader terguling atau yang dikenal dengan tipping load capacity.

Bucket pada wheel loader dioperasikan menggunakan kabel (cable controlled) atau hidrolik (hydraulic controlled). Namun kebanyakan menggunakan hidrolik sebagai penggerak bucket. Gerakan bucket yaitu menurunkan bucket diatas permukaan, mendorong kedepan, mengangkat, dan membuang muatan.

Pada proses pemuatan, wheel loader akan bergerak kedepan dan mengarahkan bucket agar mendorong material. Setelah penuh maka wheel loader akan bergerak mundur dan mengangkat bucket. Selanjutnya material dapat dibuang atau dumping ke tempat yang sudah ditentukan. Ada beberapa cara pemuatan pada wheel loader.
cara kerja wheel loader

1. V Loading

V loading merupakan salah satu cara pemuatan wheel loader yang mana membentuk lintas berbentuk huruf V. Wheel loader akan bergerak kedepan untuk pemuatan kemudian akan mundur dengan sedikit berbelok. Setelah itu maju untuk melakukan proses dumping atau pembuangan.

2. L Loading

L loading merupakan salah satu cara pemuatan wheel loader yang mana membentuk garis yang saling tegak lurus atau seperti huruf L.

3. Cross Loading

Cross loading merupakan salah satu cara pemuatan wheel loader yang mana kedua alat baik wheel loader maupun tempat dumping atau truck bergerak.

Untuk menunjang proses pemuatan tersebut maka bucket dan arm pada wheel loader harus mampu menyesuaikan agar wheel loader dapat bekerja dengan baik. Arm wheel loader dapat bekerja pada empat posisi yaitu hold atau menahan, raise atau mengangkat, float atau melayang, dan lower atau dibawah. Sementara itu bucket harus mampu bekerja pada posisi tilt atau mendorong, hold atau menahan, dan dump atau membuang material.
cara kerja wheel loader

Diatas merupakan pembahasan mengenai wheel loader. Pembahasan mulai dari fungsi wheel loader, komponen wheel loader, dan cara kerja wheel loader.