Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Alat Berat Crane (Pengertian, Fungsi, Komponen, Dan Cara Kerja)

Konten [Tampil]
Alat Berat Crane - Alat berat crane adalah salah satu jenis alat berat. Alat berat crane memiliki fungsi yang sangat penting pada berbagai pekerjaan konstruksi. Fungsi alat berat crane ini adalah untuk mengangkat dan memindahkan material atau barang dari suatu tempat ke tempat yang lain.

Untuk dapat melaksanakan fungsinya, maka alat berat crane terdiri dari beberapa komponen. Komponen crane ini memiliki fungsi yang berbeda-beda. Komponen alat berat crane terdiri dari lengan, counter weight, cab, dan lain sebagainya.

Cara kerja alat berat crane sebenarnya sangat sederhana. Alat berat ini menggunakan prinsip jungkat jungkit yang mana untuk mengangkat material pada salah satu sisi di perberat sehingga sisi yang lain akan terangkat. Sementara terdapat mekanisme kerja lainnya.

Oleh karena itu perlu dipelajari lebih lanjut mengenai alat berat crane. Untuk lebih jelasnya mengenai crane akan dibahas pada artikel berikut ini mulai dari fungsi, komponen, dan cara kerja.

Pengertian Dan Fungsi Alat Berat Crane

Crane adalah salah satu alat berat yang memiliki fungsi untuk mengangkat barang atau material, kemudian memindahkan ke titik tujuan, serta menurunkannya. Barang atau material ini tidaklah ringan melainkan memiliki bobot yang ton maupun ribuan ton. Crane dapat mengankat barang secara horisontal maupun vertikal tergantung dengan kebutuhan.

Alat berat crane ini sering ditemukan pada pekerjaan konstruksi bangunan, pabrik, ataupun berbagai pekerjaan lainnya yang berhubungan dengan ketinggian. Hal ini dikarenakan crane memiliki kemampuan memutar dan jangkauan hingga puluhan meter.
 
Alat berat crane harus memiliki kemampuan mengankat, menahan, membawa, dan menggeser beban atau material. Selain itu, crane juga harus memiliki kemampuan bongkar muatan, kapasitas yang besar, serta ketinggian yang dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.
alat berat crane

Komponen Alat Berat Crane

Terdapat beberapa komponen pada alat berat crane. Untuk lebih jelasnya berikut pembahasan mengenai komponen alat berat crane.

1. Jib atau Lengan Crane (Working Arm)

Jib atau lengan crane adalah salah satu komponen crane yang memiliki kemampuan berputar sebesar 360 derajat. Fungsi dari lengan crane adalah sebagai tempat kabel sling yang berfungsi untuk mengangkat beban atau material. 

Lengan crane atau working arm tersusun dari elemen besi yang tersusun menjadi satu pada bagian rangka batang. Selain itu panjang dari working arm disesuaikan dengan kemampuan maksimum pengangkatan beban.

2. Counter Weight

Untuk keseimbangan dari working arm, maka pada bagian ujung satunya ditambahkan counter weight. Counter weight ini biasanya terbuat dari beton dengan beban sesuai dengan kebutuhan dari crane itu sendiri. Semakin besar kemampuang angkat beban dari crane maka semakin besar pula beban dari counter weight.

3. Hoist

Hoist atau pengangkat adalah salah satu komponen crane yang berfungsi untuk membawa beban atau material secara vertikal.

4. Trolley

Kebalikan dari hoist, maka trolley berfungsi untuk membawa beban atau material secara horisontal.

5. Sling

Sling adalah kabel baja yang digunakan sebagai pengait antara crane dengan beban atau material. Panjang dari sling ini disesuaikan dengan kebutuhan dari alat berat crane.

6. Operator's Cab

Operator's cab adalah salah satu bagian dari crane yang berguna sebagai tempat untuk mengoperasikan crane. Didalam operator's cab terdapat berbagai tuas dan panel pengendali crane.

7. Mast

Mast memiliki fungsi untuk mengatur ketinggian dari lengan atau working arm. Untuk pengaturan ketinggian ini dibantu dengan tenaga hidrolik yang akan menggerakkan moist ke arah vertikal.

8. Base Section

Base section merupakan bagian paling dasar dari alat berat crane. Base section terdapat pada bagian paling bawah tertanam dan biasanya terbuat dari beton yang sangat berat untuk menahan beban dari material maupun crane itu sendiri.

9. Slewing Unit

Slewing unit merupakan salah satu komponen crane yang berfungsi untuk memutar working arm sebesar 360 derajat.

10. Climbing Frame

Dikarenakan letak dari cabin yang tinggi, maka harus terdapat akses masuk operator kedalam kabin. Oleh karena itu pada crane terdapat climbing frame yang berfungsi sebagai akses masuk operator ke dalam operator's cab.

11. Tower Top

Tower top merupakan bagian crane yang paling tinggi.

12. Collar Frame

Collar frame adalah salah satu bagian dari alat berat crane yang berfungsi sebagai pengaman dari crane apabila telah melebihi batas free standing. Collar frame terdiri dari sabuk pengaman yang dikaitkan atau dipasang pada bangunan. Sabuk pengaman ini dipasangkan pada setiap zom pada masing masing section atau sambungan.

Cara Kerja Alat Berat Crane

Cara kerja alat berat crane sebenarnya sangat sederhana. Dalam penggunaanya, crane memiliki beberapa mekanisme seperti mendongkrak (luffing), memutar (slewing), dan bergerak (travelling). Prinsip kerja tower crane berdasarkan kekuatan mesin, keseimbangan beban, momen, dan tegangan tali kabel, serta kemampuan berputar 360 derajat.

Untuk lebih jelasnya berikut penjelasan mengeani cara kerja alat berat crane yang terdiri dari tiga mekanisme diatas yaitu:

1. Mekanisme Mengangkat (Luffing atau Hoisting Mechanism)

Luffing atau hoisting mechanism adalah mekanisme yang digunakan untuk mengangkat atau menurunkan material atau beban. Proses hoisting adalah motor bergerak atau berputar dan akan menarik dan mengulur kabel baja. Roller kabel baja ini dihubungkan dengan pulley. Untuk melakukan mekanisme pengangkatan maka mesin dihidupkan agar motor dapat berputar dan menggulung maupun mengendorkan kabel baja.

2. Mekanisme Perjalanan (Travelling Mechanism)

Travelling mechanisme adalah mekanisme pada alat berat crane yang digunakan untuk memindahkan material/beban sepanjang lengan derek horizontal. Cara kerja dari mekanisme perjalanan adalah benda atau material dikaitkan pada ujung kabel baja crane. Kemudian mesin dinyalakan agar motor penggerak dapat berputar dan menggulung kabel baja ke bagian pulley. Sementara itu pada lengan crane terdapat trolley yang dapat digunakan untuk memindahkan beban atau material sejauh atau sepanjang lengan crane tersebut.

3. Mekanisme Pemutar (Slewing Mechanism)

Slewing mechanism atau mekanisme pemutar pada crane digunakan untuk memindahkan beban sejauh radius lengan derek. Pada crane terdapat konstruksi pemisah antara dudukan dan lengan crane. Diantara pemisah tersebut diletakkan sebuah meja putar yang digunakan untuk memutar lengan crane sebesar 360 derajat.
 
Cara kerja mekaisme pemutar ini sebenarnya memanfaatkan tenaga hidrolik yang dibangkitkan oleh motor penggerak. Tenaga hidrolik akan dihubungkan ke swing motor untuk memutar bagian menara dari tiang utama crane.

Diatas merupakan pembahasan mengenai alat berat crane baik fungsi, komponen, dan cara kerja alat berat crane. Semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan.