Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Komponen Sistem Hidrolik : 8 Jenis Dan Pembahasannya

Konten [Tampil]
Komponen Sistem Hidrolik - Sistem hidrolik sangat dibutuhkan pada alat berat. Agar dapat bekerja maka sistem hidrolik terdiri dari beberapa komponen. Lalu apa saja komponen sistem hidrolik ini?

Sistem hidrolik ialah suatu sistem yang digunkanan untuk melipat gandakan tenaga ouput dengan efektif lewat kontribusi zat cair. Hal ini berarti kemampuan lengan hidrolik itu tentu tenaga yang diperlukan untuk menggerakan lengan hidrolik itu lumayan besar.

Walau sebenarnya, faktaya tenaga input tidak sebesar itu. Sistem hidrolik sanggup mengusung beban besar sekali itu sebab proses kenaikan momen. Kenaikan momen ini memungkinkannya sistem hidrolik mengusung beban lumayan berat walau cuman memakai tenaga yang kecil.

Untuk dapat menghasilkan kenaikan momen tersebut maka sistem hidrolik membutuhkan beberapa komponen. Untuk lebih jelasnya mengeani komponen sistem hidrolik akan dibahas pada artikel berikut ini.

Komponen Sistem Hidrolik
komponen sistem hidrolik

1. Pompa Hidrolik

Pompa hidrolik merupakan salah satu komponen sistem hidrolik yang berperan untuk mensupply fluida hidrolik pada desakan spesifik ke sistem hidrolik. Pompa hidrolis membutuhkan tenaga di luar supaya bisa bergerak. Untuk beberapa alat berat memakai mesin diesel selaku pendorong pompa hidrolik. Selain itu dibutuhkan sistem kopling diantaranya yaitu berbentuk belt, roda gigi, atau sistem flexible elastomeric. 

Terdapat beberapa jenis pompa hidrolik diantaranya yaitu:

  • Gear pump: memiliki sifat murah, mempunyai ketahanan yang lama (awet), simpel operasionalisasinya. Tapi kekurangannya ialah mempunyai efektivitas yang rendah, sebab karakter pompa yang ber-displacement masih, serta lebih pas untuk dipakai pada desakan di bawah 20 MPa (3000 psi).
  • Vane pump: murah dan simpel, ongkos perawatan yang rendah, dan bagus untuk hasilkan saluran tinggi dengan desakan yang rendah.
  • Axial piston pump adalah satu macam pompa hidrolik yang tarik ialah axial piston pump. Pompa ini bisa sejenis swashplate atau checkball. Macam pompa ini dibuat agar bisa belerja pada displacement yang beragam, hingga bisa hasilkan saluran dan desakan fluida hidrolik yang beragam sesuai keperluan. Macam yang terbanyak dipakai ialah swashplate pump. Pompa ini bisa kita ganti pojok swashplate-nya untuk hasilkan cara piston yang beragam setiap perputaran. Bila pojok semakina besar, akan hasilkan debet saluran yang besar dengan besar desakan yang lebih kecil, dan begitupun kebalikannya.
  • Radial Piston Pump: dipakai untuk hasilkan desakan fluida hidrolik yang tinggi dengan debet saluran yang rendah. Pompa piston benar-benar mempunyai harga yang tambah mahal bila dibanding dengan pompa gear atau vane. Namun pada operasionalisasi desakan tinggi mempunyai ketahanan yang jauh semakin lama bila dibanding macam pompa lainnya.

2. Control Valve

Selain itu terdapat valve kontrol yang menjadi salah satu komponen sistem hidrolik. Komponen control valve berperan untuk mengendalikan besar desakan yang dipakai, berperan untuk mengendalikan arah saluran dari fluida hidrolik. 

Arah saluran disesuaikan dengan kebutuhan pada aktuator serta dikendalikan oleh saluran dari fluida hidrolik. Sementara itu arah saluran ditata dan diatur oleh valve kontrol. Valve kontrol yang berperan untuk mengendalikan arah saluran. Terdapat beberapa jenis control valve yang banyak digunakan diantaranya yaitu:

  • Pressure Relief Valves berperan untuk buang fluida hidrolik ke bak penyimpan fluida, jika desakan fluida semakin tinggi dibanding nilai yang dipastikan.
  • Pressure Regulating Valves berperan untuk mengendalikan besar desakan fluida hidrolik supaya konstan di nilai spesifik.
  • Sequence Valve berperan untuk mengendalikan sekuen pada circuit hidrolik, seperti misalnya di saat memakai beberapa silinder hidrolik, untuk pastikan satu silinder hidrolik sudah maju penuh saat sebelum silinder yang lain mulai maju. 
  • Cek Valve berperan untuk mengendalikan arah saluran fluida hidrolik supaya searah dan tidak ada saluran yang kebalik
  • Pilot Valve berperan untuk mengendalikan output aktuator sesuai yang diharapkan.

3. Aktuator

Pada sistem hidrolik terdapat komponen yang berperan untuk mengganti energi yang terdapat dalam saluran fluida (disebutkan desakan fluida) jadi pergerakan mekanis yaitu aktuator. Dalam penggunaan pada sistem hidrolik terdapat dua jenis aktuator yaitu:

  • Type tabung/piston yang banyak digunakan pada sebagian besar sistem hidrolik. Type ini memakai piston di dalam tabung yang akan bekerja maju/searah waktu tertekan oleh fluida. Pergerakan piston digunakan untuk menggerakan benda. Misalnya, lengan excavator, car lift, hydraulic crane, dan sistem rem hidrolis.
  • Type rotary adalah salah satu jenis aktuator yang akan bergerak berputar-putar waktu dikasih desakan fluida. Misalnya torque converter pada sistem transmisi automatis mobil.

4. Reservoir

Reservoir tank merupakan salah satu komponen sistem hidrolik yang berfungsi untuk menyimpan fluida hidrolik untuk mengakumulasi perombakan volume fluida di saat sistem bekerja. Pada bak hidrolik dibuat adanta satu sistem untuk pisahkan udara dari fluida hidrolik, sebab ada udara dalam fluida bisa mengusik kerja sistem.

5. Akumulator

Akumulator adalah komponen memiliki fungsi sebagai penyimpan energi desakan pada fluida hidrolik dengan memakai gas. Alat ini terhitung alat tambahan yang tidak seluruhnya sistem hidrolik memakainya. Arah penyimpanan energi desakan itu untuk memantapkan desakan fluida jika berlangsung pengurangan desakan mendadak yang sebentar, supaya tidak mengusik aktuator yang lagi bekerja.

6. Fluida Hidrolik

Fluida atau zat yang digunakan pada sistem hidrolik umumnya memiliki bahan dasar dari minyak bumi dengan tambahan beberapa zat aditif. Pemakaiannya berdasarkan keperluan atau kebutuhan, misalkan ketahanan pada api, atau fluida yang food grade (umumnya minyak tumbuhan) atau air. Fluida hidrolik juga berperan selaku pelumas pada beberapa komponen sistem hidrolik.

7. Filter

Filter adalah komponen sistem hidrolik yang berperan untuk mengumpulkan dan menyaring kotoran (umumnya berbentuk metal) pada fluida hidrolik. Hal ini bertujuan agar kotoran-kotoran itu tidak turut bersirkulasi. Umumnya filter diposisikan pada saluran suction pompa hidrolik. 

Oleh karena itu kebersihan filter ini harus tetap terjaga sebab jika begitu kotor dan mengakibatkan saluran fluida terhalang dan bisa mengakibatkan kavitasi pada pompa hidrolik yang paling beresiko jika itu berlangsung.

8. Pipa Saluran

Pipa hidrolik yang dipakai untuk saluran fluida hidrolik bisa berbentuk pipa standar, tube, atau berbentuk hose. Tube memiliki diameter 1 sampai dengan 100 mm yang memiliki bentuk memanjang serta tidak ada sambungan. Hal ini bertujuan agar dapat digunakan untuk desakan hidrolik tinggi yang presisi.

Diatas merupakan pembahasan mengenai beberapa komponen sistem hidrolik. Semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan.