Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa Fungsi Cairan Hidrolik Dalam Sistem Hidrolik : Fungsi, Syarat, & Macam

Konten [Tampil]
Apa Fungsi Cairan Hidrolik Dalam Sistem Hidrolik - Pada sistem hidrolik pasti terdapat cairan hidrolik yang memiliki fungsi dan peranan tertentu. Lalu apa saja fungsi cairan hidrolik?

Cairan Hidrolik yang dipakai pada sistem hidrolik harus mempunyai beberapa ciri yang sesuai keperluan.Karakter cairan hidrolik adalah beberapa hal yang dipunyai oleh cairan hidrolik itu hingga cairan hidrolik itu bisa melakukan pekerjaan atau perannya secara baik. Untuk lebih jelasnya terkait cairan hidrolik pada sistem hidrolik akan diulas lebih dalam pada artikel berikut ini.

fungsi cairan hidrolik pada sistem hidrolik

Fungsi Cairan Hidrolik

Adapun fungsi/pekerjaan cairan hidrolik pada sistem hidrolik diantaranya :

  1. Selaku penerus desakan atau penerus daya.
  2. Selaku pelumas untuk bagisn-bagian yang bergerak.
  3. Selaku pendingin elemen yang bersinggungan.
  4. Selaku bantalan dari berlangsungnya hentakan desakan di akhir cara.
  5. Pencegah korosi.
  6. Penghanyut bram/chip yakni sejumlah partikel kecil yang terkelupas dari elemen.
  7. Selaku pengirim kode (signal)

Syarat Cairan Hidrolik

Ada beberapa syarat cairan hidrolik yang banyak digunakan pada sistem hidrolik. Syarat tersebut sebagai berikut:

1. Kekentalan (viskositas) yang cukup.

Cairan hidrolik harus mempunyai kekentalan yang cukup agar penuhi perannya selaku pelumas.Jika viskositas begitu rendah karena itu film oli yang tercipta akan tipis hingga tidak sanggup meredam gesekan.Demikian pula bila viskositas begitu kental, tenaga pompa akan makin berat untuk menantang style viskositas cairan.

2. Index Viskositas yang bagus.

Dengan viscocity indeks yang bagus karena itu kekentalan cairan hidrolik akan konstan dipakai pada sistem dengan perombakan temperatur kerja yang cukup naik-turun.

3. Tahan api (tidak gampang terbakar).

Sistem hidrolik kerap bekerja di beberapa tempat yang condong muncul api atau bersisihan dengan api.Karena itu, perlu cairan yang tahan api.

4. Tidak berbuih (foaming).

Jika cairan hidrolik banyak berbuih akan berpengaruh banyak gelembung-gelembung udara yang terjebak dalam cairan hidrolik hingga bisa berlangsung compressable dan akan kurangi daya transfer.Selain itu, adanya busa barusan peluang terjilat api akan semakin besar.

5. Tahan dingin.

Cairan hidrolik jangan membeku bila bekerja pada temperatur dingin.Titik beku dan titik cair yang diinginkan oleh cairan hidrolik sekitar di antara 10′-15'C di bawah temperatur permulaan mesin dioperasionalkan (startup).Ini untuk memperhitungkan berlangsungnya block (penyumbatan) oleh cairan hidrolik yang membeku.

6. Tahan korosi dan tahan aus.

Cairan hidrolik harus sanggup menahan berlangsungnya korosi supaya konstruksi tidak gampang aus dan mesin masih tahan lama.

Contoh Penggunaan Cairan Hidrolik

Desakan yang diberi pada zat cair / hidrolik dalam bejana tertutup, besarnya desakan akan terteruskan ke semua arah, dengan desakan sama besar. Bila cairan hidrolik akan ditukar dengan jenis yang lain, karena itu cairan sebelumnya harus dikuras dan dibasuh, check apa seal oil pas untuk cairan yang baru. Beberapa macam minyak hidrolik yang dipakai pada kendaraan, yakni:

1. Minyak transmisi automatis

Automatic Transmision Fuid (ATF) memiliki kualitas tinggi dengan bermacam jenis bahan lebih, minyak harus bisa masuk aliran yang paling kecil. Kekentalan minyak harus seperti sebab temperatur kerjanya kerap berbeda. Pada kecepatan normal ATF bersuhu 100º C, ATF harus tahan pada oksida, dan jangan berbuih. A coefficient of friction addjusting agent ditambahkan untuk menambahkan daya gesek pada kopling transmisi otomotis hingga tidak selip

2. Type minyak ATF dan Power Steering

Type F dan Dexton II, Type F memiliki daya gesek yang besar dibandingkan Dexton II. Pada baut tap transmisi dikasih sinyal tertentu, jenis minyak apa yang dipakai. Merek mobil tertentu umumnya membuat minyak ATF sendiri, misalkan satu perusahaan tertentu membuat minyak ATF dengan no. Part : 0888600405

Minyak Power Steering harus sensitif pada desakan yang bekerja dan memilik fungsi pelumas baik (untuk silinder tenaga dan pompa), ATF umumnya diwarnai merah atau kekuningan untuk membandingkan dengan oli yang lain

3. Minyak Rem

Minyak rem ialah minyak yang tidak memiliki kandungan minyak bumi sebab minyak rem jangan menghancurkan dan meleburkan karet yang sering dipakai pada sistem rem. Syarat minyak rem adalah titik didih tinggi, bila titik didih kurang penuhi persyaratan beberapa minyak menguap membuat Vapour lock, dan kerja rem kurang efisien

Minyak rem harus bisa meredam karat pada elemen logam dan tidak menghancurkan elemen dari karet dan memiliki kekentalan (viskositas) tertentu karena minyak rem dalam bekerja memiliki pekerjaan melanjutkan desakan

Type minyak rem dikenali bernama DOT (Departement Of Transportation) dan di bagian belakang sinyal DOT dituruti dengan angka. Contoh : DOT 3 (SAE J1 730) adalah minyak rem yang paling tersering digunakan, dan memiliki titik didih sejumlah 205º C. Dalam memakai minyak rem tidak dibolehkan menambah dengan minyak rem merek lain, sebab akan menghancurkan susunan minyak.

Diatas merupakan penjelasan terkait fungsi cairan hidrolik pada sistem hidrolik. Semoga bermanfaat.