Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Macam Macam Cairan Hidrolik : 2 Jenis & Ulasannya

Konten [Tampil]
Macam Macam Cairan Hidrolik - Pada sistem hidrolik terdapat sebuah cairan atau fluida hidrolik. Setiap sistem hidrolik pasti memakai cairan hidrolik.

Cairan hidrolik yang dipakai pada mekanisme hidrolik harus mempunyai beberapa ciri atau karakter (property) yang sesuai keperluan. Property cairan hidrolik adalah beberapa hal yang dipunyai oleh cairan hidrolik itu hingga cairan hidrolik itu bisa melakukan pekerjaan atau fungsingnya secara baik.

Oleh karena itu terdapat beberapa macam cairan hidrolik. Lalu apa saja macam macam cairan hidrolik yang banyak digunakan pada sistem hidrolik? Untuk lebih jelasnya terkait macam macam cairan hidrolik akan diulas lebih dalam pada artikel berikut ini.

macam macam cairan hidrolik

Macam Macam Cairan Hidrolik

Pada intinya tiap cairan bisa dipakai selaku media transfer daya. Namun pada mekanisme hidrolik membutuhkan syarat-persyaratan tertentu seperti sudah diulas awalnya sehubungan dengan konstruksi dan langkah kerja mekanisme. Pada dasarnya cairan hidrolik digolongkan jadi dua yakni :

1. Oli hidrolik (Hydraulic oils)

Oli hidrolik bisanya terbuat dari minyak mineral yang umumnya dipakai secara luas pada mesin perkakas atau mesin industri. Apabila dilihat dari atau sesuai karakter maka oli hidrolik dipisah jadi tiga (3) kelas (menurut standard DIN 51524 dan 512525) yaitu :

  • Hydraulic oil HL merupakan cairan yang digunakan pada sistem hidrolik yang bekerja pada suhu tinggi dan untuk tempat yang terendam air. Cairan ini mempunyai kemampuan mencegah korosi dan kestabilan oli yang tinggi.
  • Hydraulic oil HLP merupakan cairan hidrolik yang digunakan untuk sistem hidrolik yang memiliki gaya gesek tinggi. Jenis ini memiliki kemampuan ketahanan aus yang tinggi.
  • Hydraulic oil HV adalah cairah pada sistem hidrolik yang digunakan untuk sistem yang perubahan fluktuasi temperaturnya sangat tinggi. HV memiliki kemampuan untuk meningkatkan indeks viskositas.

Pemberian code dengan huruf seperti pada atas ini berarti seperti berikut : Misalkan oli hidrolik dengan code : HLP 68 berarti :

  1. H = Oli hidrolik
  2. L = code untuk bahan tambahan oli (additive) buat tingkatkan penjagaan korosi dan / atau kenaikan usia oli
  3. P = code untuk additive yang tingkatkan kekuatan terima beban.
  4. 68 = jenjang viskositas oli ( saksikan tabel pada HO 4)

2. Cairan Hidrolik tahan Api (Low flammabilty)

Cairan hidrolik tahan api adalah cairan hidrolik yang tidak gampang atau tidak bisa terbakar. Cairan hidrolik seperti ini dipakai oleh mekanisme hidrolik pada beberapa tempat atau mesin-mesin yang risiko kebakarannya lumayan tinggi misalnya :

  • Die casting machines
  • Forging presses
  • Hard coal mining
  • Control units untuk power station turbines
  • Steel works dan rolling mills.

Pada intinya cairan hidrolik tahan api ini dibikin dari kombinasi oli sama air atau dari oli sintetis.

macam macam cairan hidrolik

Perawatan Cairan Hidrolik

Cairan hidrolik terhitung barang mahal. Tindakan yang salah dapat menyebabkan cairan hidrolik akan makin menambahkan tingginya biaya perbaikan pada mekanisme hidrolik. Namun apabila mematuhi beberapa aturan mengenai tindakan/perawatan cairan hidrolik karena itu kerusakan cairan atau kerusakan elemen mekanisme akan terlepas dan cairan hidrolik atau mekanisme makin lebih tahan lama.

  1. Taruhlah cairan hidrolik (drum) pada lokasi yang kering , dingin dan terlindungi (dari hujan, panas dan angin).
  2. Cairan hidrolik yang dipakai haru bersih untuk menambahkan atau menukar cairan hidrolik ke dalam mekanisme. Pakai perlengkapan yang bersih untuk memasukkan. 
  3. Pompakanlah cairan hidrolik dari drum ke bak hidrolik lewat saringan (pre-filter). 
  4. Awasi (monitor) dan periksalah secara periodik dan berkaitan keadaan cairan hidrolik. 
  5. Susunlah demikian rupa jika cuman titik pengisi bak yang pertemuan yang dipakai untuk pengisian cairan hidrolik. 
  6. Pergantian cairan hidrolik demikian rupa hingga oksidasi dan kerusakan cairan bisa terlepas dilakukan secara periodik. ( Check dengan penyuplai cairan hidrolik )
  7. Hindari janganlah sampai berlangsung kontaminasi, pakai penyaring udara dan filter oli yang bagus. 
  8. Hindari berlangsungnya panas/pemanasan yang terlalu berlebih, jika memang perlu pasang pendingin (cooling) atau jika terjad, periksalah pemicu berlangsungnya masalah, atau pasang un-loading pump atau excessive resistance.
  9. Apabila berlangsung kebocoran maka perbaiki dan pekerjaankan seorang maitenance yang handal. 
  10. Jika akan menukar cairan hidrolik maka perlu memastikan elemen dan seal-sealnya pas dengan cairan yang baru. Selain itu semua mekanisme harus dibasuh (flushed) dengan baik dan betul-betul bersih.

Jadi pengawasan atau pantauan cairan hidrolik perlu memerhatikan tutorial tertera di atas selain harus memerhatikan lingkungan kerja atau lingkungan penyimpanan cairan hidrolik.

Diatas adalah ulasan terkait macam macam cairan hidrolik yang banyak digunakan pada sistem hidrolik. Semoga bermanfaat.