Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Alat Pancang : 4 Jenis Alat Pancang, & Aturan Pancang

Konten [Tampil]
Alat Pancang - Untuk membuat beberapa gedung yang tinggi atau bangunan-bangunan yang lain memiliki beban cukup berat di mana daya bantu tanahnya kurang, dibutuhkan tiang pancang untuk mengatasi daya bantu yang dibutuhkan. Oleh karena itu dibutuhkan Alat berat untuk pemancang tiang (pile driver). Lalu apa saja alat pancang tersebut?

Jenis alat berat untuk pemancang tiang Beberapa proyek itu memerlukan fondasi yang kuat untuk menyokong beban besar di atasnya. Bahan baku fondasi tiang pancang dapat dibuat dari kayu, baja, beton, atau komposit. Tiga yang disebutkan paling akhir paling sering dipakai sekarang ini.

Jenis fondasi beton bisa berbentuk precast-prestressed atau cast-in-place. Khusus untuk fondasi beton cast-in-place, yang pertama ditangani ialah lakukan pengeboran. Seterusnya langsung dilaksanakan pengecoran beton. Untuk lebih jelasnya terkait berbagai jenis alat pancang atau pemancang tiang akan diulas lebih dalam pada artikel berikut ini.

Pengertian Alat Pancang

Untuk membuat beberapa gedung yang tinggi atau bangunan-bangunan yang lain memiliki beban cukup berat di mana daya bantu tanahnya kurang, dibutuhkan tiang pancang untuk mengatasi daya bantu yang dibutuhkan. Tiang pancang tersebut ada beberapa macam, diantaranya :

  1. Pipa pancang dari baja
  2. Tiang pancang dari beton
  3. Tiang pancang beton yang baru dibikin atau dicor dalam tanah.

Untuk menempatkan tiang pancang di atas di dalam tanah dibutuhkan alat pancang.

a. Pada alat pancang pertama yakni tiang pancang yang telah maka ada dua macam alat pancang yakni :

  • alat pancang tumbuk atau Diesel Hammer,
  • alat pancang getar atau Vibrating (Vibro) Hammer, di mana getarannya dapat muncul karena listrik, atau hydraulic atau pneumatic.

b. Pada langkah pemancangan ke-2 , di mana tiang pancangnya baru dicor ke tanah, karena itu alatnya berbentuk spiral / ulir bor atau auger. Diameter dan panjang bornya bergantung pada tiang pancang yang bakal dibuat. Salah satunya contoh yang memakai langkah ini ialah jenis Franki Pile.

Pada alat pancang pertama (a) Diesel Hammer, karena itu tiang pancang akan terpasang di dalam tanah karena tumbukan yang terjadi dari Diesel Hammer yang memiliki konsep kerja mesin Diesel.

Sedang alat pancang getar atau vibro Hammer akan mendesak tiang pancang di dalam tanah karena berat alat pancang yang bergetar lumayan kuat mendesak tiang pancang. Untuk alat pancang ke-2 (b) di atas karena itu tanah dibor sama ukuran diameter tertentu dan kedalaman tertentu seperti rencana. Baru sesudah lubang usai ditangani, tiang pancangnya dicor dengan adonan beton tertentu seperti detail.

Pada pembangunan beberapa gedung yang tinggi dan lingkungan perumahan yang padat karena itu tata langkah yang ke-2 yakni yang dibor dahulu baru dicor, atau mungkin dengan vibro Hammer lebih bagus diputuskan, karena akan kurangi getaran yang bakal merusak atau menghancurkan bangunan-bangunan disekelilingnya.

Jenis Alat Berat Pancang Tiang

Berikut keterangan lebih detil berkenaan ke-4 jenis alat berat untuk pemancang tiang:

1. Drop Hammer

Drop hammer Alat pemancang turun hammer sebagai palu raksasa yang ditempatkan di ketinggian tertentu di atas tiang. Palu selanjutnya dilepaskan dan jatuh berkenaan sisi atas / kepala tiang.

Penting diingat, tiang janganlah sampai hancur karena tumbukan itu. Karenanya, pada bagian kepala tiang dapat terpasang cap (dari kayu) untuk meredam energi dari palu.

Palu memiliki ukuran 250 - 1.500 kg ini dijatuhkan sejauh jalurnya, di ketinggian 1,5 sampai 7 mtr. bergantung jenis bahan dasar fondasi. Pada bagian atas palu ada kabel, untuk meredam palu supaya tidak jatuh terlampau jauh.

Jika dibutuhkan energi yang besar untuk pemancangan tiang fondasi, seharusnya memakai palu yang berat dengan tinggi jatuh yang lebih kecil. Langkah ini dipandang lebih pas dibanding memakai palu yang enteng, dengan tinggi jatuh yang semakin besar.

Pekerjaan ini umumnya dilaksanakan secara perlahan-lahan. Misalkan, frekwensi jatuhnya palu terbatasi 4-8 kali per menit. Jika jumlah tiang yang ingin dipancang tidak banyak, pemakaian turun hammer cukup efektif.



Keuntungan dari pemakaian turun hammer diantaranya:

alat pancang tiang
  • Ongkos investasi relatif rendah.
  • Gampang dalam operasionalisasinya.
  • Gampang dalam mengendalikan energi per blow, dengan mengendalikan tinggi jatuhnya palu.

Kelemahan pada alat ini diantaranya:

  • Kecepatan pemancangan relatif kecil.
  • Peluang tiang alami kerusakan karena pukulan palu lumayan besar.
  • Ada peluang kerusakan bangunan di seputar posisi pemancangan karena getaran pada permukaan tanah.
  • Tidak bisa dipakai untuk pekerjaan di bawah air.

2. Diesel Hammer

Diesel hammer Wujud diesel hammer paling simpel diperbandingkan dengan jenis alat pemancang yang lain. Diesel hammer mempunyai satu silinder dengan 2 mesin diesel, piston / ram, bak bahan bakar, bak pelumas, pompa bahan bakar, injector, dan mesin pelumas.

Alat ini memperoleh dayanya dari berat ram yang mendesak udara dalam silinder. Ada dua type diesel hammer, yaitu terbuka dan tertutup:

alat pancang tiang
  • Alat yang sisi ujungnya terbuka sanggup lakukan 40-50 blow per menit.
  • Alat yang sisi ujungnya tertutup sanggup lakukan 75-85 blow per menit.

Keunggulan dari alat pemancang diesel hammer diantaranya:

  • Lebih ekonomis.
  • Tidak memerlukan energi di luar.
  • Gampang dipakai di wilayah terasing.
  • Masih berperan optimal di wilayah dingin.
  • Gampang dalam perawatan.

Tetapi alat ini mempunyai beberapa kekurangan, misalkan:

  • Susah digunakan pada tanah lunak.
  • Susah tentukan energi per blow.

3. Hydraulic Hammer

Hydraulic hammer Sesuai namanya, langkah kerja hydraulic hammer berdasar ketidaksamaan penekanan pada cairan hidrolik. Kemampuannya mengagumkan, karena penekanan pada fondasi dapat capai 140 ton.

Alat ini kerap dipakai untuk pemancangan fondasi tiang baja "H", dan fondasi lurusan baja, dengan dicekram, didorong, dan diambil.

Walau kemampuannya mengagumkan, hydraulic hammer malah sedikit memunculkan getaran atau pencemaran suara. Bangunan-bangunan di seputar posisi pemancangan juga relatif aman kemungkinan dari kerusakan.

Tapi, alat ini cuman pas digunakan untuk pemancangan tiang pendek. Untuk perpanjang tiang, harus dilaksanakan sambungan pada ujungnya.

alat pancang tiang

4. Vibratory Pile Driver

Vibratory pile driver Alat pemancang vibrator pile driver bekerja dengan mekanisme getaran, dan pas dipakai pada tanah lembab. Jika material di posisi pemancangan berbentuk pasir kering, pekerjaan jadi lebih susah. Karena material semacam itu tidak dipengaruhi oleh getaran yang dibuat alat ini.

Vibrator pile driver mempunyai beberapa tangkai horisontal dengan beban eksentris. Saat pasangan tangkai berputar-putar dengan arah bersimpangan, karena itu berat yang karena beban ekstentris itu akan hasilkan getaran pada alat. Getaran yang dibuat mengakibatkan material di seputar fondasi yang terlilit pada alat turut bergetar.

Saat dioperasionalkan, umumnya lead atau pengontrol letak tiang tidak dipakai. Umumnya, lead terpasang ke crane sama ukuran lebih kecil.

Tenaga yang dibutuhkan untuk gerakkan vibrator pile driver dapat dari listrik atau tenaga hidrolik. Efektifitas pemakaiannya bergantung amplitudo, peristiwa eksentrisitas, frekwensi, berat sisi yang bergetar (tiang, kepala vibrator, dan selubung vibrator), dan berat sisi yang lain tidak turut bergetar (motor pendorong dan proses suspensi).

alat pancang tiang

Alat Pengontrol Letak Tiang

Untuk mengendalikan letak tiang, dibutuhkan alat tolong namanya lead (frame). Dengan alat ini, tiang dapat terpasang dalam status betul dan tepat. Tidak miring atau berubah dari lokasi yang diharapkan. Maka hammer dapat tumbuk tiang pas di tengah permukaan atas tiang.

Lead dibuat dari baja, dan berada di ujung boom. Umumnya lead terpasang pada pemancangan tiang yang memakai turun hammer atau singgel acting hammer. Ini ditujukan supaya tidak tampil permasalahan saat pemancangan, misalkan kekeliruan status dan kemiringan.

Ada banyak jenis lead yang biasa digunakan dalam project konstruksi, diantaranya:

1. Fixed Lead

Fixed lead Penataan status tiang dengan ini memakai lead yang terdiri dari serangkaian baja, dengan 3 segi berkisi seperti boom pada crane, dan segi yang satunya terbuka. Segi yang terbuka sebagai tempat tiang ditempatkan.

Pada serangkaian ini ada rel / jalur tempat hammer akan bergerak. Saat penumbukan tiang, lead ditempatkan dengan kemiringan tertentu.

Lead diikat pada alat pemancang tiang, di mana sisi bawahnya dihubungkan dengan crane atau plat pemancang, hingga status tiang jadi betul.

alat pancang tiang

2. Swing Lead

Swing lead Jika lead tidak dihubungkan dengan crane atau alat pemancang pada bagian bawahnya, karena itu lead jenis ini disebutkan swing lead.

Pemakaian lead ini memungkinkannya pemancangan tiang yang jaraknya dari tubuh alat relatif jauh. Tetapi, kekurangannya, susah mengendalikan tiang untuk selalu vertikal.

3. Hydraulic Lead

Hydraulic lead Mekanisme yang dipakai dalam sistem ini ialah memakai silinder hidrolis sebagai pengontrol. Silinder hidrolis sebagai penyambung di antara sisi bawah lead dan pemancang.

Dengan mekanisme ini, penataan status tiang bisa dilaksanakan lebih tepat dan cepat. Sistem ini tambah mahal diperbandingkan dengan fixed lead. Tapi keproduktifannya lebih besar.

alat pancang tiang

Penyeleksian Crane Pengangkat Alat Pemancang

Semua alat pemancang tiang mempunyai sisi khusus yakni alat pendorong dan crane dengan lattice boom. Penyeleksian crane pemasang tiang perlu memerhatikan banyak hal berikut:

  • Beban yang bakal dipikul alat.
  • Crane harus sanggup menanggung beban lead, berat tiang pancang, dan hammer (palu).
  • Kemampuan crane harus lumayan kuat untuk meredam beban optimal pada radius operasional tertentu.

Crane bisa juga diputuskan berdasar factor lain seperti capaian vertikal dan horisontal:

  • Untuk capaian vertikal, crane harus mempunyai boom lumayan panjang, untuk menampung tiang pancang yang panjang, tinggi cap, dan tinggi alat pemancang.
  • Untuk capaian horisontal, crane harus bisa meredam beban pada radius tertentu. Semakin jauh capaian crane, karena itu kemampuannya semakin kecil.

Keseluruhannya, saat sebelum dipakai, karena itu perlu dilihat lebih dulu kemampuan crane pada pemancangan tiang pada jarak tertentu.

Penyeleksian alat pemancang tiang

Ada banyak persyaratan dalam penyeleksian alat pemancang tiang yang dipakai dalam sebuah project, diantaranya:

  • Jenis material, ukuran, berat, dan panjang tiang yang bakal dipancang.
  • Keadaan lapangan yang memengaruhi operasionalisasi, misalkan pemancangan di bawah air atau posisi terbatas.
  • Hammer harus sesuai daya bantu tiang dan kedalaman pemancangan.
  • Pilih alat yang paling ekonomis, dengan kekuatan sesuai yang diperlukan.
  • Bila memakai lead, pilih type yang seperti, dan ukuran rel untuk hammer, panjang hammer, dan tiang yang bakal dipancang.

Penghitungan Pemancangan Tiang

Penghitungan daya bantu tiang pancang bergantung dari 3 factor yang sama-sama terkait, yakni jenis tanah, alat pemancang tiang, dan tiang tersebut.

Sepanjang pemancangan berjalan, ke-3 factor itu harus jadi perhatian. Tetapi jika tiang telah usai dipancang, karena itu factor alat tidak jadi alasan kembali.

Maka dalam hitung daya bantu tiang pancang, yang penting diingat ialah kemampuan tiang saat pemancangan dan kemampuan tiang untuk menanggung beban bangunan di atasnya.

Penerapan Pemancangan Tiang

Penerapan pemancangan tiang Di saat penerapan pemancangan tiang, lihat banyak hal berikut:

  • Keadaan alat pemancang
  • Keadaan tiang.
  • Tiang seharusnya lempeng dengan permukaan rata dan tidak retak.

Karenanya, pekerjaan pemancangan tiang harus dilaksanakan secara berhati-hati. Pengatasan tiang saat dibawa ke posisi project, ditopangk di project, sampai saat diangkat di titik pemancangan, harus juga dilaksanakan dengan ketentuan tertentu.

Berikut panduan singkat penerapan pemancangan tiang:

  • Tiang yang bakal dipancang dikasih bantalan dan cap sebagai pengaman dari keretakan karena tumbukan.
  • Seterusnya, tiang diangkat sampai pada status sejajar dengan lead.
  • Tumbukan pertama dilaksanakan secara perlahan-lahan, untuk pastikan jika tiang telah pas pada tempatnya dan water tingkat.
  • Jika status telah betul, karena itu tumbukan bisa diteruskan sampai tiang masuk di dalam tanah dan capai tanah keras, atau sampai perlu dilaksanakan tambahan tiang
  • Jumlah tumbukan tidak boleh kebanyakan, untuk menghindar keretakan pada tiang.
  • Bila bantalan dan cap telah hancur saat sebelum tumbukan usai, perlu dilaksanakan pergantian saat sebelum tumbukan diteruskan.

Itu info tentang beberapa jenis alat berat untuk pemancang tiang. Mudah-mudahan berguna.